Jakarta – Pada Jumat (31/7/2026), sebuah insiden yang menyedihkan terjadi di Bandara Soekarno-Hatta ketika sebanyak 94 jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan tidak dapat terbang sesuai jadwal. Hal ini disebabkan oleh kendala administrasi visa yang tidak sinkron dengan jadwal keberangkatan pesawat. Hanya 23 dari total jemaah tersebut yang berhasil diberangkatkan, sementara 94 lainnya harus menunggu kepastian dari biro travel yang menangani perjalanan mereka.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa masalah ini muncul karena waktu terbitnya visa yang hampir bersamaan dengan waktu penerbangan. Situasi ini mengakibatkan proses keberangkatan tidak dapat diselesaikan sebelum pesawat lepas landas. “Informasi yang saya terima, katanya visa sudah ada, cuma tiketnya mau di-reschedule. Jadi, pas tiket pesawat mau berangkat, visanya baru keluar. Hal ini menyebabkan masalah, karena ada tumpang tindih antara waktu penerbitan visa dan jadwal terbang,” ungkapnya, sebagaimana dilaporkan oleh detikJabar.
Fauzi mengaku telah berusaha menghubungi direktur biro travel yang bertanggung jawab atas rombongan tersebut. Ia meminta agar semua masalah ini ditangani segera dan meminta biro travel memastikan bahwa kebutuhan jemaah yang tertahan dapat dipenuhi selama menunggu kepastian keberangkatan. “Intinya, saya sudah menelepon direkturnya untuk segera mencari solusi. Jika perlu di-reschedule, mereka harus memberikan kepastian secepatnya mengenai jam keberangkatannya,” tambah Fauzi.
Kronologi Keberangkatan Jemaah Umrah yang Tertahan
Sesuai dengan penjelasan keluarga, rombongan jemaah yang didominasi oleh orang lanjut usia tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 17.52 WIB, dengan rencana terbang pada malam hari. Namun, hingga mendekati waktu keberangkatan, visa mereka belum juga diterbitkan. Akibatnya, para jemaah tidak dapat melakukan check-in, dan koper yang telah dimuat ke bagasi pesawat terpaksa diturunkan kembali.
Visa baru berhasil diterbitkan sekitar pukul 22.00 WIB, namun sayangnya pesawat yang seharusnya mengangkut mereka sudah lepas landas. Anne, seorang anak dari salah satu jemaah, menceritakan dengan penuh kesedihan. “Saya mengantar orang tua saya ke bandara. Sampai pukul 21.40, jamaah tidak bisa check in karena visa belum terbit. Akibatnya, mereka tertahan di terminal 2F Soetta hingga pukul 8 pagi keesokan harinya,” ungkap Anne.
Anne juga menyampaikan rasa kecewa yang mendalam terhadap biro travel yang dinilainya tidak kooperatif dan minim komunikasi. “Setelah itu, jamaah dibawa ke hotel, tetapi tidak semua mendapatkan kamar. Beberapa hanya menunggu di lobi atau selasar. Hingga saat ini, mereka masih menunggu kepastian. Kami berharap agar biro travel bisa memberikan kabar baik atau, jika tidak bisa diberangkatkan, kami meminta pengembalian biaya,” tambahnya.
Saat informasi ini disampaikan, biro travel masih belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, para jemaah tetap menunggu kepastian terkait penjadwalan ulang keberangkatan mereka atau pengembalian seluruh biaya yang telah dibayarkan. Situasi ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi bagi jemaah yang umumnya tidak hanya berharap dapat melakukan ibadah umrah, tetapi juga mungkin telah merencanakan perjalanan ini sejak lama.
Pentingnya Perencanaan dan Komunikasi
Insiden ini menyoroti betapa pentingnya komunikasi yang baik antara biro travel dan jemaah umrah. Dalam kasus ini, tampaknya telah terjadi ketidakjelasan yang cukup besar mengenai proses penerbitan visa dan informasi terkait penerbangan. Keterlambatan dalam mengurus visa membuat semua rencana terhambat, dan pengacuhan terhadap kebutuhan jemaah dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang besar.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan pengawasan penting terhadap biro-biro travel yang menangani keberangkatan jemaah. Dengan memastikan bahwa biro travel memiliki izin resmi dan dapat memberikan layanan yang memadai, diharapkan insiden serupa tidak terulang di masa datang.
Apa yang Harus Dilakukan Jemaah?
Bagi jemaah umrah yang hendak melakukan perjalanan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil untuk memastikan perjalanan berlangsung lancar:
-
Pahami Proses Administrasi: Sebelum berangkat, pastikan semua dokumen, termasuk visa dan tiket pesawat, sudah dipersiapkan dengan baik. Selalu tanyakan pada biro travel mengenai waktu penerbitan visa dan kepastiannya.
-
Beri Waktu yang Cukup: Jangan menunggu sampai mendekati waktu keberangkatan untuk menyelesaikan semua urusan administrasi. Jika memungkinkan, lengkapi semua dokumen jauh sebelum hari H.
-
Pilih Biro Travel Terpercaya: Lakukan riset untuk memilih biro travel yang telah terbukti kualitasnya dan memiliki reputasi baik dalam menangani ibadah umrah.
-
Tetap Berkomunikasi: Jaga komunikasi yang baik dengan biro travel. Jika ada perubahan mendadak, pastikan untuk selalu mendapatkan informasi terkini.
-
Persiapkan Rencana Cadangan: Meskipun tidak terduga, selalu ada kemungkinan adanya kendala. Mempersiapkan rencana cadangan akan sangat membantu di saat-saat mendesak.
Kesimpulan
Peristiwa yang menimpa 94 jemaah umrah asal Kuningan ini mengingatkan kita bahwa perjalanan ibadah membutuhkan persiapan yang matang dan komunikasi yang jelas. Ketidaknyamanan ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memastikan bahwa hal serupa tidak terjadi di masa depan. Melalui perencanaan dan komunikasi yang baik, setiap jemaah dapat melakukan perjalanan ibadah mereka dengan tenang dan tanpa hambatan.
Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?
Temukan lebih banyak informasi dan persiapkan perjalanan haji Anda dengan baik!



