Doa untuk Perjalanan Haji yang Selamat dan Mabrur: Dalam Bahasa Arab, Latin, dan Maknanya



Jakarta

Melepas keberangkatan seseorang untuk menjalani ibadah haji selalu menciptakan rasa haru yang mendalam. Perasaan campur aduk antara bangga dan khawatir sering dirasakan oleh para keluarga yang ditinggalkan. Dalam kesempatan seperti ini, doa menjadi pelindung yang sangat berarti, agar para jemaah Allah SWT yang berangkat dapat menjalani setiap rukun ibadah dengan lancar dan penuh keberkahan di Tanah Suci.

Perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik di mana seseorang melakukan ritual keagamaan, tetapi juga merupakan perjalanan spiritual yang menantang. Setiap langkah dan doa yang dilaksanakan di sana membawa makna mendalam. Rasulullah SAW juga telah mengajarkan beberapa doa khusus yang dapat diamalkan oleh jemaah haji sebagai bekal agar mereka tetap selamat hingga kembali ke tanah air, serta mendapatkan predikat haji mabrur, yang ganjarannya adalah surga. Apa saja doa-doa tersebut? Mari kita simak lebih lanjut.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumpulan Doa Berangkat Haji Agar Selamat dan Mabrur

Menurut Kitab Doa Harian Rasulullah karya A.R. Shohibul Ulum, berikut adalah kumpulan doa yang dapat dibaca oleh jemaah yang akan berangkat haji dan untuk keluarga yang ditinggalkan.


1. Doa Orang yang Pergi Haji untuk Orang yang Ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi’ukallahal-ladzii laa tadhi’u wa daa-i’uh

Artinya: “Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

2. Doa Orang yang Ditinggalkan untuk Orang yang Pergi Haji

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khawaat-iima ‘amalik.

Artinya: “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Baca juga:  Kemenag Usulkan Penurunan BPIH Sebesar Rp 1 Juta: Inilah Biaya Haji 2026 yang Perlu Dibayar oleh Jemaah

3. Doa untuk Haji Agar Mabrur

Umat Islam juga dianjurkan untuk membacakan doa kepada orang-orang yang akan pergi haji, agar ibadah mereka dipermudah oleh Allah SWT dan mendapat predikat mabrur. Berikut bacaan doanya:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ, وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta.

Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada.” (HR At-Tirmidzi)

Disamping doa di atas, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa lainnya agar haji yang dilaksanakan merupakan haji mabrur. Bacaan doanya adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allahummaj’alha hajjan mabruran wa dzanban maghfuran.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ibadah haji ini sebagai haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Dalam buku Setetes Embun Hikmah yang ditulis oleh Muhammad Arham, haji mabrur dimaknai sebagai ibadah haji yang diterima Allah dan mendapatkan balasan berupa kebaikan atau pahala. Seorang yang telah melaksanakan haji dengan baik dan benar akan menunjukkan perubahan dalam sikap dan perilakunya setelah kembali. Ciri-ciri seorang haji mabrur antara lain:

1. Kualitas Ibadah kepada Allah Meningkat

Sebelum berangkat, ibadah seorang muslim mungkin masih biasa-biasa saja, bahkan ada yang masih meninggalkan beberapa kewajiban. Namun, setelah menunaikan haji, semangat untuk ibadah akan meningkat. Mereka yang sudah melaksanakan haji akan lebih rajin, rutin, dan konsisten dalam menjalankan ibadah serta berusaha menjauhi segala bentuk maksiat.

2. Kualitas Ibadah Secara Sosial Meningkat

Saat melaksanakan ibadah haji, Allah SWT menganjurkan umat-Nya untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma, berdebat, atau bertikai. Hal ini bukan hanya menjadi kebiasaan saat menjalankan haji, tetapi juga membawa dampak positif pada perilaku sosial pasca-kembali.

Baca juga:  Cegah Infeksi Saluran Pernapasan, Jemaah Umrah Disarankan Menggunakan Masker dan Menjauhi Kerumunan

3. Meningkatnya Rasa Empati kepada Orang Lain

Seorang haji mabrur semestinya dapat menyebarkan kedamaian, berempati kepada orang yang membutuhkan, serta aktif dalam menyambung silaturahmi dengan sesama. Secara keseluruhan, ibadah haji seharusnya membuat kita lebih peka terhadap orang lain dan mau berbagi.

Memperoleh haji mabrur adalah impian setiap umat Islam karena balasan bagi haji yang mabrur adalah surga, seperti yang disebutkan dalam salah satu hadits:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيَ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي صَالِحِ السَّمَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bakar bin ‘Abdur Rahman dari Abu Shalih As-Samman dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Umrah ke ‘umrah berikutnya menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan an-Nasa’i)

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Kunjungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut tentang haji dan waktu yang tepat untuk mempersiapkan ibadah haji Anda.

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top