Cuaca Arab Saudi Diperkirakan Turun di Bawah Nol Derajat Pekan Ini

Jakarta – **Arab Saudi tengah memasuki musim dingin**. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) memperkirakan gelombang dingin ketiga akan melanda sejumlah wilayah Kerajaan mulai lusa. Menurut laporan dari Saudi Gazette pada hari Senin, suhu di beberapa daerah, termasuk Al-Jouf, Perbatasan Utara, Hail, Qassim, dan Riyadh, diperkirakan akan turun secara signifikan. Suhu minimum diprediksi berkisar antara 3°C hingga 1°C di bawah nol.

Dalam beberapa hari ke depan, terutama pada Rabu dan Kamis, penurunan suhu akan menjadi titik fokus di banyak bagian Saudi. Fenomena cuaca ini menandai kelahiran gelombang dingin ketiga tahun 2025. Sebelumnya, cuaca ekstrem juga telah melanda wilayah utara Saudi, seperti Hail dan Tabuk, di mana beberapa area pegunungan diselimuti salju, menciptakan pemandangan yang menakjubkan namun juga penuh tantangan.

Namun, bagi jemaah umrah, meskipun Makkah dan Madinah tidak akan merasakan penurunan suhu yang drastis seperti wilayah utara, hembusan angin dingin tetap akan terasa, khususnya pada pagi dan malam hari. Dalam kondisi ini, sangat penting bagi jemaah untuk mempersiapkan diri dengan baik agar ibadah tetap khusyuk meski cuaca tidak sepenuhnya bersahabat.

Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu siang hari di Makkah saat ini berkisar antara 27-30°C, tetapi saat malam tiba, suhu akan turun hingga mencapai 16°C. Hal ini menandakan bahwa jemaah perlu memperhatikan beberapa hal untuk menjaga kesehatan dan kelancaran ibadah mereka.

Tips Umrah di Musim Dingin

Agar ritual ibadah tetap khusyuk dan kesehatan terjaga di tengah cuaca dingin, dibutuhkan persiapan yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu jemaah:

1. Gunakan Pakaian yang Tepat

Kenakan pakaian hangat yang ringan dan nyaman. Ini sangat penting, terutama untuk salat Subuh dan Isya. Jaket tipis, syal, dan kaus kaki adalah beberapa perlengkapan yang perlu dibawa. Bagi jemaah laki-laki, jaket sebaiknya digunakan di luar rangkaian ihram; sementara jemaah perempuan disarankan untuk memilih gamis dengan bahan yang sedikit lebih tebal dan outer yang nyaman untuk melindungi dari dingin.

Baca juga:  Gelombang Pertama Berangkat 22 April 2026: Ini Daftar Perlengkapan Wajib untuk Jemaah Haji

2. Persiapan Sebelum Hujan

Musim dingin juga bisa berpotensi membawa hujan. Oleh karena itu, penting untuk membawa payung lipat atau jas hujan yang ringan. Memakai alas kaki yang tidak licin juga sangat disarankan; lantai masjid dan pelataran dapat menjadi licin saat basah.

3. Gunakan Masker dan Pelembab Kulit

Angin dingin dan debu bisa menyebabkan iritasi ringan, terutama pada saluran pernapasan. Menggunakan masker dapat membantu melindungi diri dari paparan debu, dan pelembab kulit juga penting untuk mencegah kulit menjadi kering akibat udara dingin.

4. Jaga Asupan yang Baik

Meskipun tidak merasa haus, penting untuk mengonsumsi air putih secara rutin. Selain itu, perbanyak konsumsi makanan hangat dan bergizi. Bagi jemaah yang lebih tua, sebaiknya membawa vitamin dan obat-obatan pribadi untuk menjaga kesehatan selama perjalanan.

5. Atur Waktu Ibadah dan Istirahat

Waktu yang baik untuk melakukan thawaf dan sai adalah pada pagi atau siang hari, saat suhu lebih hangat. Selain itu, pastikan untuk memanfaatkan waktu istirahat dengan baik agar stamina tetap terjaga selama melaksanakan ibadah.

6. Jaga Kekhusyukan Ibadah

Meskipun cuaca dingin bisa menjadi tantangan, ini juga bisa menjadi kesempatan untuk lebih mendalami ibadah. Suasana sejuk di Tanah Suci dapat menawarkan momen untuk lebih fokus dalam berdoa dan berdzikir. Niatkan ibadah dengan sepenuh hati dan saling bantu dengan jemaah lain agar pengalaman umrah menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Mengapa Persiapan Penting?

Kunjungan ke Tanah Suci adalah pengalaman spiritual yang sangat berharga. Dengan persiapan yang tepat, jemaah tidak hanya dapat menjaga kesehatan, tetapi juga dapat memfokuskan perhatian mereka pada ibadah. Persepsi yang baik dan mental yang kuat sangat penting ketika menghadapi cuaca menantang.

Baca juga:  Pengurus PBNU Mengunjungi KPK, Meminta Kejelasan Terkait Kasus Kuota Haji

Kesimpulan

Dengan mempersiapkan diri secara fisik dan mental, jemaah dapat memaksimalkan pengalaman beribadah dalam kondisi cuaca dingin. Apa pun kondisi yang ada, semangat untuk beribadah harus tetap menyala. Kunjungan ke Makkah dan Madinah tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Berikan perhatian yang cukup pada persiapan Anda agar ibadah Anda berjalan lancar.

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Jika Anda merencanakan perjalanan haji atau umrah dan ingin memastikan pengalaman yang tak terlupakan, kunjungi hajicepat.com untuk mempelajari lebih lanjut tentang paket dan layanan yang tersedia. Kami siap membantu Anda dalam setiap langkah perjalanan ibadah Anda.

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top