Jakarta –
Siskohatkes, singkatan dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan, adalah sebuah inovasi penting yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia untuk mengelola dan memantau data kesehatan jemaah haji. Sistem ini berfungsi dari tahap pra-operasional, operasional, hingga pasca-operasional, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Selain itu, Siskohatkes terintegrasi dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang dikelola oleh Kementerian Agama, memungkinkan petugas kesehatan untuk memasukkan dan memantau data pemeriksaan kesehatan jemaah.
Apa Itu Siskohatkes?
Siskohatkes merupakan sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengelola informasi kesehatan dari jemaah haji angkatan Indonesia. Dengan sistem ini, pemerintah ingin memastikan bahwa semua calon jemaah tidak hanya memenuhi syarat kesehatan, tetapi juga mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka. Semua data ini disimpan dalam satu basis data yang terkoordinasi untuk memudahkan pemantauan.
Pemeriksaan kesehatan jemaah dilakukan di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Hasil pemeriksaan akan dicatat dan dipantau untuk menjamin kesiapan fisik jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan fokus pada deteksi awal dan intervensi medis, Siskohatkes berusaha untuk menyediakan layanan kesehatan yang optimal untuk semua jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Banten, ruang lingkup Siskohatkes mencakup semua aspek penyelenggaraan kesehatan haji, mulai dari Indonesia hingga Arab Saudi. Hal ini mencakup input data pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang dilakukan oleh petugas puskesmas, serta pencetakan berita acara istitha’ah dan Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH).
Fungsi Siskohatkes
Siskohatkes memiliki banyak fungsi penting. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, sistem ini dirancang untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan jemaah haji. Ini mencakup pemeriksaan kesehatan awal sebelum keberangkatan, proses istitha’ah (penilaian kesehatan), dan pemantauan kondisi jemaah selama di Tanah Suci serta setelah kembali ke Indonesia.
Sistem ini merupakan langkah maju dari layanan kesehatan haji sebelumnya. Dengan Siskohatkes, data health records Jemaah dapat diintegrasikan secara komprehensif. Ini memberikan akses informasi yang real-time bagi tenaga kesehatan, sehingga penanganan medis dapat diberikan lebih cepat dan tepat berdasarkan riwayat kesehatan jemaah.
Fungsi-fungsi utama Siskohatkes mencakup pencatatan riwayat kesehatan jemaah, hasil pemeriksaan medis, status vaksinasi, dan kondisi kesehatan yang perlu perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi, petugas kesehatan dapat mengelompokkan jemaah berdasarkan risiko kesehatan, menentukan layanan medis yang diperlukan, serta mencegah potensi masalah kesehatan yang mungkin muncul akibat cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang tinggi selama ibadah haji.
Cara Kerja Siskohatkes
Secara umum, cara kerja Siskohatkes dapat dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, calon jemaah melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit yang telah ditunjuk. Hasil pemeriksaan kesehatan ini kemudian dicatat dalam sistem Siskohatkes.
Setelah itu, pemantauan kondisi kesehatan jemaah dilakukan menjelang keberangkatan, termasuk pemeriksaan ulang dan pemberian vaksin, jika diperlukan. Ketika jemaah tiba di Arab Saudi, petugas kesehatan dari Indonesia akan menggunakan data yang sudah tersedia dalam Siskohatkes untuk memastikan bahwa pelayanan medis berjalan efisien dan efektif.
Sistem pendataan ini juga sangat membantu dalam proses rujukan, pencatatan kejadian sakit, hingga melakukan evaluasi kesehatan jemaah setelah program haji selesai. Dengan sistem yang terintegrasi dan terstruktur, penyelenggaraan haji dapat dilakukan dengan lebih baik.
Implementasi Siskohatkes memungkinkan tata kelola pelayanan kesehatan haji menjadi lebih terorganisir. Dengan manajemen data yang lebih rapi dan terkoordinasi, pemerintah akan lebih mudah dalam mengidentifikasi kebutuhan kesehatan jemaah, memperbaiki pelayanan di tahun-tahun mendatang, dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan kesehatan bagi jemaah haji setiap tahun.
Keberadaan Siskohatkes ini adalah salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa ibadah haji berlangsung dengan lancar dan nyaman. Dimana kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Semua pihak, mulai dari petugas kesehatan hingga calon jemaah, perlu bekerja sama dalam memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pengalaman haji.
Bagi jemaah yang merencanakan keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji, penting untuk menyadari peran serta pentingnya sistem ini. Dengan mematuhi semua petunjuk kesehatan dan memanfaatkan layanan yang tersedia, jemaah dapat memastikan perjalanan ibadah yang aman dan nyaman. Siskohatkes tidak hanya mendukung jemaah selama di Tanah Suci, tetapi juga berfungsi sebagai database untuk pemantauan kesehatan kembali ke tanah air.
(inf/inf)



