Pengalaman Jemaah Umrah Mandiri: Tantangan dan Ketiadaan Asuransi


Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, tren umrah mandiri telah muncul sebagai pilihan yang semakin banyak diperbincangkan. Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan paket umrah yang disediakan oleh agen travel. Namun, di balik segala keuntungan itu, ada risiko dan tantangan yang perlu dipahami oleh setiap calon jemaah. Pengalaman pahit seorang jemaah bernama Zulkarnaen (38) bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang mempertimbangkan untuk menjalani umrah mandiri.

Zulkarnaen mengungkapkan bahwa meskipun tujuan awalnya adalah untuk fokus pada ibadah, ia justru terjebak dalam berbagai urusan teknis selama di Makkah dan Madinah. Ia harus melakukan segala sesuatu secara mandiri, mulai dari mencari tiket pesawat, memesan akomodasi, hingga mempelajari detil perjalanan. “Semua niat untuk beribadah teralihkan dengan kerepotan teknis yang tidak ada habisnya,” ungkapnya dalam sebuah perbincangan di SmartsTravel, Tebet, Jakarta Selatan.

Keunggulan terbesar umrah mandiri, menurut Zulkarnaen, terletak pada fleksibilitasnya. Namun, untuk keluarga atau individu yang kurang familiar dengan urusan perjalanan, persiapan yang sangat matang adalah suatu keharusan. “Sebagai jemaah, kita harus mengatur semuanya sendiri, termasuk tata cara beribadah dan perjalanan, tanpa pendamping atau pemandu,” tambahnya.

Kerepotan yang dihadapi saat umrah mandiri semakin meningkat ketika jemaah harus berkomunikasi dengan penduduk setempat. Menguasai bahasa Arab atau setidaknya memahami beberapa frasa dasar sangat penting agar perjalanan bisa berjalan lancar. Di sisi lain, menggunakan agen travel memungkinkan jemaah untuk fokus pada ibadah, karena semua urusan administratif dan pendampingan sudah disiapkan dengan baik, termasuk asuransi perjalanan yang sangat penting.

Namun, tidak semua agen travel dapat diandalkan. Zulkarnaen berpesan agar memilih travel yang legal dan terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) yang diakui oleh Kementerian Agama. “Risiko akan meningkat jika terjadi keadaan darurat, seperti sakit atau bahkan meninggal dunia. Proses klaim kepada pihak Saudi bisa menjadi sangat rumit jika kita tidak menggunakan agen yang terpercaya,” tegasnya.

Baca juga:  Dilantik Sebagai Menteri Haji, Gus Irfan: Mengikuti Arahan Presiden

Tips Jika Ingin Umrah Mandiri

Apabila Anda ingin menjalani umrah secara mandiri, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan berdasarkan pengalaman Zulkarnaen:

– **Menyiapkan dokumen pribadi:** Pastikan paspor Anda masih aktif minimal enam bulan dan memiliki sertifikat vaksinasi yang diperlukan.

– **Menyiapkan tiket pesawat pulang-pergi (PP):** Reservasi tiket jauh-jauh hari bisa membantu Anda mendapatkan harga yang lebih baik.

– **Mendownload aplikasi NUSUK:** Aplikasi ini berguna untuk membeli paket selama berada di Makkah dan Madinah, serta memproses visa.

– **Mendownload aplikasi Tawakalna:** Aplikasi ini penting untuk mengatur akses ke Raudhah.

– **Mendownload aplikasi Google Maps:** Ini akan membantu Anda dalam memahami dan menemukan lokasi-lokasi penting selama perjalanan.

– **Mendownload aplikasi Uber:** Aplikasi ini sangat berguna untuk mendapatkan transportasi di Makkah dan Madinah.

– **Menyiapkan rencana perjalanan:** Penting untuk merencanakan itinerary Anda dengan baik selama berada di Makkah dan Madinah.

– **Menyiapkan uang saku:** Persiapkan anggaran untuk transportasi dan makan selama di sana. Ini termasuk berapa money yang diperlukan untuk setiap harinya.

Berapa Estimasi Biaya yang Dikeluarkan untuk Umrah Mandiri?

Berdasarkan pengalaman Zulkarnaen, total estimasi biaya untuk umrah mandiri per orang berkisar antara Rp 28,5 juta hingga Rp 32,5 juta untuk satu minggu perjalanan. Berikut adalah rincian yang harus diurus secara mandiri:

– **Tiket dari CGK ke Jeddah:** sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta untuk satu arah pada penerbangan langsung.

– **Visa:** berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.

– **Hotel bintang 3:** rata-rata biaya penginapan sekitar Rp 500 ribu per malam per orang.

– **Makan selama satu minggu:** dapat diperkirakan sebesar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.

Baca juga:  Gus Irfan Tawarkan Harapan Baru untuk Biaya Haji 2026: Semoga Menurun

– **Transportasi lokal:** sekitar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.

Meskipun biaya total terlihat lebih terjangkau daripada paket dari agen travel, jemaah perlu ingat bahwa setiap langkah harus diurus secara mandiri. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang pertama kali berangkat umrah atau yang tidak terlalu paham tentang perjalanan internasional.

Selain itu, medapatkan akses terhadap infrastruktur yang dibutuhkan untuk umrah, seperti transportasi, akomodasi, dan tempat makan juga bisa menjadi tantangan. Mengetahui tempat-tempat mana saja yang aman dan nyaman untuk dituju di Makkah dan Madinah sangat krusial.

Di sisi lain, umrah yang dilakukan dengan bantuan agen travel dapat memberikan rasa tenang dan nyaman. Semua urusan teknis telah ditangani, dan Anda dapat lebih berkonsentrasi pada ibadah Anda. Pastikan juga untuk memilih agen travel yang terpercaya untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.

Akhirnya, buatlah keputusan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Baik memilih umrah mandiri atau melalui agen travel, yang terpenting adalah pengalaman spiritual yang Anda dapatkan selama di tanah suci.

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Jika Anda ingin merencanakan perjalanan haji yang menyentuh jiwa, kami di Hajicepat.com siap membantu Anda. Kunjungi Hajicepat.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan membangun pengalaman spiritual tak terlupakan.

Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top