Khofifah Mengumumkan Penambahan 7.000 Kuota Haji untuk Jatim

Surabaya, CNN Indonesia – Pemprov Jawa Timur, yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini mengungkapkan bahwa kuota jemaah haji asal Jawa Timur (Jatim) akan meningkat sebanyak 7.000 untuk musim haji 2026. Dalam sebuah pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Gubernur Khofifah menerima kunjungan kerja dari Menteri Haji dan Umroh, Irfan Yusuf, untuk membahas perkembangan ini.

Khofifah menjelaskan, penambahan kuota ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Jatim. “Alhamdulillah, Jatim mendapatkan tambahan kuota haji,” ujarnya saat konferensi pers. Kunjungan Menteri Haji dan Umroh ini tidak hanya untuk mengumumkan penambahan kuota, tetapi juga untuk mendiskusikan rencana-rencana terkait pelaksanaan haji mendatang dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mempersiapkan kebutuhan jemaah.

Dalam pertemuan itu, Irfan Yusuf juga menyampaikan harapan agar Pemprov Jatim menyuplai makanan selama pelaksanaan ibadah haji. Ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji. Khofifah dan Irfan pun membahas peluang bagi Jatim untuk menjadi penyedia kebutuhan konsumsi bagi jemaah haji dan umroh di Arab Saudi.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim bersedia untuk menyuplai produk makanan Ready To Eat (RTE) untuk jemaah haji dan umroh dari Indonesia. Produk ini, menurutnya, sudah banyak digunakan dan tersedia di Jatim dengan kemasan yang menarik dan tersertifikasi halal, sehingga sangat sesuai untuk dikonsumsi oleh jemaah.

“Kami berharap Kemenhaj dan Umroh bisa memetakan item makanan apa saja yang diperlukan. Dengan ini, pelaku usaha di Jatim bisa bergerak untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” tambahnya. Permintaan makanan siap saji ini dianggap penting, terutama karena makanan RTE bisa memudahkan jemaah dalam menjalani ibadah mereka.

Baca juga:  Apakah Haji Furoda Akan Tersedia pada 2026? Berikut Penjelasan dari BP Haji

Khofifah menambahkan, produk makanan siap saji ini biasanya disiapkan oleh pelaku usaha saat terjadi bencana alam. Oleh karena itu, Pemprov Jatim ingin memastikan bahwa produk makanan tersebut memenuhi semua regulasi yang diperlukan untuk dapat memasuki Arab Saudi.

Rencana ini diharapkan dapat menggeliatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jatim. “Jika pasokan makanan RTE dapat terealisasi dengan baik, saya yakin ini akan membantu memperkuat ekonomi, khususnya di sektor UMKM,” tutur Khofifah. “Rasanya sudah sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia, tinggal kedepan kita memikirkan teknis lebih lanjut untuk memasukkan produk makanan ini dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah,” lanjutnya.

Jawa Timur bukan hanya terkenal dengan keberagaman budayanya, tetapi juga kulinernya yang kaya. Keberadaan makanan halal yang dikemas dan siap saji tentunya akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi jemaah dari Indonesia yang ingin menikmati makanan yang dikenal enak dan beragam selama melaksanakan ibadah haji.

Dengan tambahan kuota haji dan rencana untuk menyuplai makanan siap saji, Pemprov Jawa Timur menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan segala hal terkait pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah langkah maju yang signifikan dan diharapkan bisa memberi manfaat bagi banyak pihak, khususnya bagi calon jemaah haji asal Jatim.

Pemprov Jatim bersama para pengusaha industri halal juga akan berkoordinasi untuk menyiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan, sehingga pasokan makanan siap saji bisa tersampaikan dengan baik ke Arab Saudi. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk jemaah haji, tetapi juga untuk pengusaha di Jatim, yang dapat meningkatkan pendapatan mereka selama musim haji.

Saat ini, banyak jemaah haji yang berharap dapat menjalani ibadah ini dengan nyaman dan tenang. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memastikan bahwa mereka memiliki akses yang mudah terhadap makanan yang sesuai dengan selera mereka dan memenuhi syarat halal.

Baca juga:  Penggalian RUU Haji dan Umrah, Komisi VIII DPR Menggelar Rapat Akhir Pekan

Keputusan Pemprov Jatim untuk menyuplai makanan RTE ini adalah langkah yang sangat strategis. Di tengah perkembangan kebutuhan jemaah haji yang kian beragam, penyiapan makanan yang baik adalah salah satu cara untuk memberikan pelayanan terbaik. Pemerintah Provinsi Jatim berkomitmen untuk terus mendukung serta memperbaiki sistem pelayanan ini agar semakin baik setiap tahunnya.

Ini adalah saat yang tepat bagi pengusaha di sektor makanan untuk berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Kementerian Haji dan Umroh, untuk menciptakan solusi yang efektif dalam memenuhi kebutuhan jemaah di Tanah Suci. Dengan kerjasama yang solid ini, diharapkan pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Dengan penambahan kuota haji dan persiapan penyediaan makanan yang tepat, harapan demi harapan mulai muncul. Kesiapan dan kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan ibadah haji selanjutnya.

Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?

Bergabunglah dengan kami untuk merencanakan perjalanan haji Anda yang mengesankan dan penuh makna. Kunjungi HajiCepat.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan memulai petualangan spiritual Anda yang tak terlupakan!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top