Jakarta – Setiap tahun, jutaan jemaah Muslim dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong menuju dua tempat paling suci dalam Islam, yaitu Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Keduanya merupakan titik pusat keagamaan, tempat di mana umat Islam melaksanakan ibadah haji dan umrah, serta berdoa dengan penuh kekhusyukan. Untuk menjaga suasana ibadah yang damai, pemerintah Arab Saudi menerapkan sejumlah aturan ketat yang wajib dipatuhi oleh setiap jemaah. Dalam artikel ini, kita akan membahas enam larangan yang harus dihindari di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta pentingnya berziarah ke tempat suci ini.
Hal-hal yang Dilarang di Masjidil Haram & Masjid Nabawi
Dikutip dari situs resmi Kementerian Agama (Kemenag), berikut adalah enam hal yang tidak boleh dilakukan di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
1. Membentangkan Spanduk atau Bendera
Banyak jemaah yang datang dari berbagai negara mungkin memiliki kebiasaan untuk membawa spanduk atau bendera sebagai bentuk identitas kelompok. Namun, tindakan ini sangat dilarang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Membawa simbol atau pesan tertentu berpotensi menimbulkan konflik atau salah paham. Keberadaan jemaah dari beragam bangsa memerlukan suasana yang netral untuk mempertahankan kesatuan ibadah.
2. Mengambil Barang Temuan
Sering kali jemaah menemukan barang-barang yang tergeletak, namun mengambil barang tersebut, meskipun dengan niat baik, adalah tindakan yang salah. Petugas keamanan dengan teliti mengawasi setiap sudut masjid melalui kamera CCTV. Jika ada yang kedapatan mengambil barang yang bukan miliknya, mereka akan menghadapi konsekuensi serius. Sebaiknya, laporkan barang yang ditemukan kepada petugas untuk diamankan.
3. Berkerumun Lebih dari Lima Orang
Untuk memastikan kelancaran pergerakan, pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan kerumunan yang terdiri dari lima orang atau lebih. Kerumunan besar dapat menyebabkan padatnya arus jemaah lainnya, yang tentu saja akan mengganggu kenyamanan ibadah. Oleh karena itu, sebaiknya hindari berkumpul dalam kelompok besar di dalam area masjid.
4. Merekam Video dengan Durasi Panjang
Meskipun merekam kegiatan ibadah mungkin terlihat menarik, merekam video dengan durasi panjang dan menggunakan peralatan seperti tripod sangat dilarang. Jika terdeteksi oleh petugas, peralatan tersebut bisa disita dan rekaman yang ada kemungkinan akan dihapus. Larangan ini bertujuan untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan menghindari gangguan terasa bagi jemaah lain.
5. Membuang Sampah Sembarangan
Menjaga kebersihan adalah bagian dari bentuk penghormatan terhadap kesucian masjid. Membuang sampah sembarangan di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah tindakan yang sangat tidak diperbolehkan. Keduanya telah menyediakan tempat sampah di berbagai lokasi. Jika belum menemukan tempat sampah, lebih baik simpan sampah tersebut sampai ada tempat yang sesuai. Kebersihan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kenyamanan jemaah lainnya.
6. Merokok
Aturan mengenai merokok sangat ketat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Siapa pun yang tertangkap merokok akan ditegur oleh petugas, dan mungkin akan menghadapi proses hukum. Hal ini diterapkan untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan semua jemaah yang sedang beribadah.
Anjuran Berziarah ke Masjidil Haram & Masjid Nabawi
Berdasarkan ajaran Islam, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melakukan ziarah ke tiga masjid utama: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Dua di antara ketiga masjid ini, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, selalu menarik perhatian jemaah dari setiap pojok dunia. Dalam Fikih Sunnah Jilid 3 karya Sayyid Sabiq, terdapat hadis yang menyebutkan:
“Seseorang tidak boleh melakukan perjalanan jauh kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).
Dengan berziarah ke dua masjid suci ini, jemaah berkesempatan untuk memperbanyak amal ibadah dan menumbuhkan rasa takzim serta kedekatan kepada Allah SWT. Keduanya, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Masjidil Haram merupakan pusat ibadah haji dan umrah, sedangkan Masjid Nabawi adalah tempat di mana Rasulullah SAW dimakamkan.
Dalam hadis lainnya disebutkan:
“Salat di masjidku ini (Masjid Madinah) lebih utama seribu kali dibandingkan salat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan dalam hadis lain:
“Salat di Masjidil Haram lebih utama dibandingkan seratus kali salat di tempat lainnya.” (HR. Ibnu Majah).
Dengan berziarah ke kedua masjid suci ini, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala beribadah yang lebih besar, tetapi juga dapat merasakan kedamaian dan ketenangan yang hanya bisa ditemukan di tempat-tempat suci. Namun, untuk menjaga suasana ibadah yang kondusif, sangat penting untuk mematuhi semua aturan dan menjauhi hal-hal yang dilarang agar pengalaman beribadah berlangsung tenang dan khusyuk.
Siap untuk Haji yang Tidak Terlupakan?
Jika Anda ingin mempersiapkan perjalanan haji yang tak terlupakan, kunjungi Haji Cepat untuk mendapatkan informasi dan layanan terbaik. Bergabunglah bersama kami dalam perjalanan spiritual yang berarti!
(aeb/lus)



