Jakarta, CNBC Indonesia – Musim Haji 2024 akan segera tiba, dan untuk tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan sebanyak 241.000 jamaah ke Tanah Suci. Angka ini meningkat sebesar 20.000 jamaah dibandingkan dengan Musim Haji 2023, menjadikan 2024 tahun dengan kuota jamaah terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
Pemberangkatan jemaah haji Indonesia telah dijadwalkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 23 Mei 2024, sementara pemberangkatan gelombang kedua dijadwalkan antara 24 Mei hingga 10 Juni 2024. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak umat muslim di Indonesia, yang berharap dapat menjalankan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima.
Haji bukan hanya sekadar perjalanan; ini adalah kewajiban spiritual bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik dan materi. Oleh karena itu, jika Anda merasa sudah memenuhi syarat, sangat disarankan untuk segera mendaftar dan tidak menunda lebih lama lagi. Peluang untuk menjalankan ibadah ini tidak selalu datang dengan mudah, mengingat adanya kuota terbatas dan sistem antrian yang panjang.
Bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji melalui program reguler dan haji khusus, perlu diingat bahwa ada masa tunggu yang cukup lama. Hal ini berarti bahwa setelah pendaftaran dilakukan, tidak semua calon jamaah dapat langsung berangkat. Sistem antrian ini berfungsi untuk mengatur jumlah jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci setiap tahunnya, dan kuota yang tersedia juga sangat terbatas.
Namun, ada alternatif bagi mereka yang ingin mempercepat proses keberangkatan, yaitu melalui program Haji Mujamalah atau Furoda. Program ini memberikan kuota khusus dari pemerintah Arab Saudi dan sudah legal serta resmi berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh. Peserta program haji ini akan mendapatkan kesempatan untuk berangkat lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang menggunakan program reguler.
Sistem antrian untuk haji di Indonesia beragam tergantung pada masing-masing provinsi. Beberapa daerah memiliki masa tunggu hingga belasan tahun, sementara yang lainnya bisa mencapai puluhan tahun. Misalnya, di Sulawesi Utara, masa tunggu mencapai 16 tahun, sedangkan di Kalimantan Selatan, waktu tunggu bisa mencapai 38 tahun. Ini adalah hakikat dari keterbatasan kuota yang tersedia di setiap provinsi.
Tahun 2024 sendiri merupakan tahun yang sangat bersejarah, di mana total kuota jemaah haji dari Indonesia mencapai 241.000. Angka ini terdiri dari 221.000 jemaah reguler dan tambahan kuota 20.000, di mana 10.000 dijatah untuk haji reguler dan 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. Pemberian kuota tambahan ini menjadi angin segar bagi banyak calon jamaah yang telah menantikan kesempatan untuk berangkat haji.
“Tahun 2024 akan menjadi tahun dengan jumlah jamaah terbesar dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia,” tegas Saiful Mujab saat memberikan arahan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H di asrama haji Pondok Gede, Jakarta.
Pembagian Kloter Jemaah Haji
Kebijakan penempatan jemaah haji juga akan dilakukan dengan cara lebih terstruktur. Jemaah haji reguler akan dibagi menjadi 554 kloter (kelompok terbang). Mereka akan diterbangkan dari 13 bandara yang tersebar di 14 embarkasi di seluruh Indonesia. Pembagian ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam proses pemberangkatan.
Adanya peningkatan kuota dan pengelolaan yang lebih baik tentu memberikan harapan semakin banyak umat muslim Indonesia yang dapat menunaikan ibadah haji. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga, tidak hanya untuk menyempurnakan rukun Islam, tetapi juga untuk memperkaya pengalaman spiritual.
Salah satu aspek penting dari ibadah haji adalah persiapan mental dan fisik. Jemaah diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi kesehatan fisik maupun pemahaman mengenai rangkaian ibadah haji. Hal ini sangat penting agar ketika sampai di Tanah Suci, mereka dapat menjalani serangkaian ibadah dengan khusyuk dan tanpa masalah.
Jamaah juga perlu memperhitungkan biaya, perencanaan perjalanan, dan keperluan selama di Tanah Suci. Sebaiknya berkonsultasi dengan pihak penyelenggara haji yang memiliki pengalaman untuk mendapatkan informasi terkini mengenai prosedur dan kebijakan yang diterapkan. Infomasi yang akurat sangat penting agar semua persiapan dapat berjalan sesuai rencana.
Perlu diingat, keberangkatan ke Tanah Suci tidak hanya sekadar pelaksanaan ritual ibadah, tetapi juga memiliki arti mendalam bagi banyak orang. Ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan jemaah dari negara lain, belajar dari pengalaman mereka, dan memperkuat tali persaudaraan di kalangan umat Islam seluruh dunia.
Selain itu, jemaah juga bisa merasakan puncak spiritualitas dengan berdiri di Arafah, mengunjungi Masjidil Haram, dan berdoa di tempat-tempat suci lainnya. Terlebih lagi, banyak jemaah yang ingin memiliki pengalaman berupa umrah setelah menjalankan ibadah haji, sehingga mereka merasakan kehilangan banyak momen berharga yang akan dikenang seumur hidup.
Pada akhirnya, keberangkatan haji tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi individu. Ini juga berkontribusi pada penguatan ikatan sosial dalam masyarakat. Ketika berbagi pengalaman dan cerita, mereka menularkan semangat keagamaan kepada keluarga dan komunitas di rumah.
Cukup Persiapkan Segala Sesuatu Dengan Baik
Kaum muslim di Indonesia kini memiliki peluang yang lebih besar untuk menunaikan ibadah haji di tahun 2024 dengan jumlah kuota yang meningkat. Oleh karena itu, penting bagi semua calon jemaah untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari administrasi pendaftaran, kesehatan fisik, hingga informasi mengenai proses ibadah haji itu sendiri. Semoga perjalanan haji Anda di tahun 2024 menjadi pengalaman yang penuh berkah dan tak terlupakan.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(chd/chd)